Topics
Ditulis Oleh: - DEVI D
Anda sedang membaca artikel tentang Cara Pengolahan Limbah Cair , anda diperbolehkan menyebarkan artikel Cara Pengolahan Limbah Cair jika bermanfaat, dengan mencantumkan link berikut ini:

Cara Pengolahan Limbah Cair

Posted by DEVI D Monday, June 3, 2013 10 comments

Cara Pengolahan Limbah Cair   

Cara Pengolahan Limbah Cair
pengolahan limbah cair 


industri primer pengolahan hasil rimba merupakan di antara penyumbang limbah cair yang beresiko untuk lingkungan. untuk industri-industri besar, layaknya industri pulp serta kertas, teknologi pengolahan limbah cair yang dihasilkannya barangkali telah cukup, tetapi tidak demikianlah untuk industri kecil atau tengah. tetapi demikianlah, mengingat penting serta besarnya dampak yang diakibatkan limbah cair untuk lingkungan, penting untuk sektor industri kehutanan untuk mengerti dasar-dasar teknologi pengolahan limbah cair. 

teknologi pengolahan air limbah yaitu kunci saat memelihara kelestarian lingkungan. apa pun jenis teknologi pengolahan air limbah domestik ataupun industri yang dibangun mesti bisa dioperasikan serta dipelihara oleh masyarakat setempat. lantas teknologi pengolahan yang dipilih mesti sesuai dengan kekuatan teknologi masyarakat yang berkaitan. 

beragam tehnik pengolahan air buangan untuk menyisihkan bahan polutannya sudah dicoba serta dikembangkan sepanjang ini. tehnik-teknik pengolahan air buangan yang sudah dikembangkan tersebut dengan umum terbagi jadi 3 metode pengolahan : 
  • Cara Pengolahan Limbah Cair   dengan fisika 
  •  Cara Pengolahan Limbah Cair   dengan kimia 
  • Cara Pengolahan Limbah Cair   dengan biologi 
untuk satu type air buangan spesifik, ketiga metode pengolahan tersebut bisa diterapkan dengan sendiri-sendiri atau dengan gabungan. 


Cara Pengolahan Limbah Cair   dengan fisika 
biasanya, sebelum saat dikerjakan pengolahan kelanjutan pada air buangan, di idamkan supaya beberapa bahan tersuspensi berukuran besar serta yang gampang mengendap atau beberapa bahan yang terapung disisihkan terlebih dulu. penyaringan ( screening ) merupakan cara yang efektif serta murah untuk menyisihkan bahan tersuspensi yang berukuran besar. bahan tersuspensi yang gampang mengendap bisa disisihkan dengan gampang dengan sistem pengendapan. parameter design yang utama untuk sistem pengendapan ini yaitu kecepatan mengendap partikel serta waktu detensi hidrolis didalam bak pengendap. 

sistem flotasi banyak dipakai untuk menyisihkan beberapa bahan yang mengapung layaknya minyak serta lemak supaya tidak mengganggu sistem pengolahan selanjutnya. flotasi juga bisa dipakai sebagai cara penyisihan beberapa bahan tersuspensi ( clarification ) atau pemekatan lumpur endapan ( sludge thickening ) memberikan aliran hawa ke atas ( air flotation ). 


sistem filtrasi didalam pengolahan air buangan, umumnya dikerjakan untuk mendahului sistem adsorbsi atau sistem reverse osmosis-nya, dapat dikerjakan untuk menyisihkan sebanyak-banyaknya partikel tersuspensi dari dalam air supaya tidak mengganggu sistem adsorbsi atau menyumbat membran yang dipergunakan dalam sistem osmosa. 


sistem adsorbsi, umumnya dengan karbon aktif, dikerjakan untuk menyisihkan senyawa aromatik ( contohnya : fenol ) serta senyawa organik terlarut yang lain, terlebih bila di idamkan untuk menggunakan kembali air buangan tersebut. 


teknologi membran ( reverse osmosis ) umumnya diterapkan untuk unit-unit pengolahan kecil, terlebih bila pengolahan ditujukan untuk menggunakan kembali air yang diolah. cost instalasi serta operasinya amat mahal. 
pengolahan dengan kimia 


pengolahan air buangan dengan kimia umumnya dikerjakan untuk menghilangkan partikel-partikel yang tidak gampang mengendap ( koloid ), logam-logam berat, senyawa fosfor, serta zat organik beracun ; membubuhkan bahan kimia spesifik yang dibutuhkan. penyisihan beberapa bahan tersebut pada prinsipnya berjalan melewati pergantian karakter beberapa bahan tersebut, yakni dari tidak bisa diendapkan jadi gampang diendapkan ( flokulasi-koagulasi ), baik dengan atau tanpa reaksi oksidasi-reduksi, serta juga berjalan sebagai hasil reaksi oksidasi. 


pengendapan bahan tersuspensi yang tidak gampang larut dikerjakan membubuhkan elektrolit yang memiliki muatan yang berlawanan dengan muatan koloidnya supaya berlangsung netralisasi muatan koloid tersebut, hingga selanjutnya bisa diendapkan. penyisihan logam berat serta senyawa fosfor dikerjakan membubuhkan larutan alkali ( air kapur contohnya ) hingga terbentuk endapan hidroksida logam-logam tersebut atau 

endapan hidroksiapatit. endapan logam tersebut dapat lebih stabil bila ph air 10, 5 serta untuk hidroksiapatit pada ph 9, 5. spesial untuk krom heksavalen, sebelum saat diendapkan sebagai krom hidroksida cr( oh )3, terlebih dulu direduksi jadi krom trivalent membubuhkan reduktor ( feso4, so2, atau na2s2o5 ). 
koagulasi & flokulasi 


penyisihan beberapa bahan organik beracun layaknya fenol serta sianida pada konsentrasi rendah bisa dikerjakan oksidasinya dengan klor ( cl2 ), kalsium permanganat, aerasi, ozon hidrogen peroksida. 

pada prinsipnya kita bisa beroleh efisiensi tinggi dengan pengolahan dengan kimia, walau demikian cost pengolahan jadi mahal dikarenakan membutuhkan bahan kimia. 


Cara Pengolahan Limbah Cair   dengan biologi 
seluruh air buangan yang biodegradable bisa diolah dengan biologi. sebagai pengolahan sekunder, pengolahan dengan biologi dilihat sebagai pengolahan yang sangat murah serta efektif. dalam sebagian dasawarsa sudah berkembang beragam metode pengolahan biologi dengan semua modifikasinya. 
pada prinsipnya, reaktor pengolahan dengan biologi bisa dibedakan atas dua type, yakni : 
  • reaktor perkembangan tersuspensi ( suspended growth reaktor )
  • reaktor perkembangan lekat ( attached growth reaktor ). 
didalam reaktor perkembangan tersuspensi, mikroorganisme tumbuh serta berkembang dalam situasi tersuspensi. sistem lumpur aktif yang banyak dikenal berjalan dalam reaktor type ini. sistem lumpur aktif terus berkembang dengan beragam modifikasinya, diantaranya : oxidation ditch serta kontak-stabilisasi. dibanding dengan sistem lumpur aktif konvensional, oxidation ditch memiliki sebagian berlebihan, yakni efisiensi penurunan bod bisa meraih 85%-90% ( dibanding 80%-85% ) serta lumpur yang dihasilkan lebih sedikit. tak hanya efisiensi yang lebih tinggi ( 90%-95% ), kontak stabilisasi memiliki berlebihan yang lain, yakni waktu detensi hidrolis keseluruhan lebih pendek ( 4-6 jam ). sistem kontak-stabilisasi bisa juga menyisihkan bod tersuspensi melewati sistem absorbsi didalam tangki kontak hingga tidak dibutuhkan penyisihan bod tersuspensi dengan pengolahan pendahuluan. 

kolam oksidasi serta lagoon, baik yang diaerasi ataupun yang tidak, juga terhitung dalam type reaktor perkembangan tersuspensi. untuk iklim tropis layaknya indonesia, waktu detensi hidrolis sepanjang 12-18 hari didalam kolam oksidasi ataupun dalam lagoon yang tidak diaerasi, cukup untuk meraih kualitas efluen yang bisa mencukupi standar yang ditetapkan. didalam lagoon yang diaerasi cukup hanya waktu detensi 3-5 hari saja. 




Cara Pengolahan Limbah Cair
pengolahan limbah cair   

didalam reaktor perkembangan lekat, mikroorganisme tumbuh diatas media pendukung membentuk susunan film untuk melekatkan dirinya. beragam modifikasi sudah banyak dikembangkan sepanjang ini, diantaranya : 
  • trickling filter 
  • cakram biologi 
  • filter terendam 
  • reaktor fludisasi 

seluruh modifikasi ini bisa membuahkan efisiensi penurunan bod lebih kurang 80%-90%. dilihat dari segi lingkungan di mana berjalan sistem penguraian dengan biologi, sistem ini bisa dibedakan jadi dua type : 
  • sistem aerob, yang berjalan dengan hadirnya oksigen ; 
  • sistem anaerob, yang berjalan tanpa ada oksigen. 
jika bod air buangan tidak melebihi 400 mg/l, sistem aerob tetap bisa dikira lebih ekonomis dari anaerob. pada bod lebih tinggi dari 4000 mg/l, sistem anaerob jadi lebih ekonomis.dan Cara Pengolahan Limbah Cair ini bisa di kembangkan lagi.  




Description
: Cara Pengolahan Limbah Cair
Rating
: 4.5
Reviewer
: DEVI D
ItemReviewed
: Cara Pengolahan Limbah Cair

10 comments:

Waste Water Treatment Indonesia said...

A BetaQua membrane-based (Ultrafiltration) Produced Water Treatment System allows this water to be reused for reinjection, producing less than 0.5ppm dissolved solids, better than 0.1 micron and very low dissolved and trace level of free-hydrocarbon levels.

Ada tips bwt kamu supaya hidup kamu lebih berwarna said...

bagaimana caranya bisa membuat blog supaya tidak bisa di copy paste

Ada tips bwt kamu supaya hidup kamu lebih berwarna said...

bagaimana cara membuat blog yang tidak bisa di copy paste

pradipta paramita said...

Jual produk untuk pengolah limbah cair/padat bernama "wastebact", 1 liter = Rp. 40.000. untuk lebih lengkapnya : wastebact.wordpress.com. Hub : 08122633979 (Bu Ratri)

PT Guna Indotirta said...

PT Guna Indotirta adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang pengolahan air bersih dan air limbah, baik air limbah industri maupun air limbah domestik

andhy said...

Defoamer , Anti foam, Anti busa

Silicon base, water base, fatty acid ester base anifoaming, polyglycol base, anti busa, untuk proses industri atau pengolahan limbah.

Harga :Nego
Cara Pembayaran. :Tunai
Jumlah :Tidak terbatas
Kemas/Pengiriman :Jerry can/ drum

Saya kirim sample, nego, cocok kirim.

Alvine
085697727775
BB 5F1B 002C

Water Chemical Solution said...

Nice post.
Terima kasih informasinya gan, ditunggu postingan2 berikutnya.
Water Chemical Solution
Pengolahan Limbah

PT Tirtapure Envirotek said...

PT Tirtapure Envirotek adalah perusahaan nasional yang berkiprah dalam industri pengolahan air bersih dan air limbah sebagai kontraktor dan penyedia peralatan
FRP Filter Tank
Pressure Filter Tank
Water Pressure Tank
Membrane Pressure Tank
Panel Water Tank
Clarifier Tank
Membrane Reverse Osmosis
Membrane Housing
Cartridge Filter
Cartridge Filter Housing
Filter Bag
Bag Filter Housing
Ultraviolet Sterilizer
Dosing Pump
Ozone Generator
Pasir Silika
Karbon Aktif
Manganese Greensand Plus
Ion Exchange Resin
Reverse Osmosis System
Water Demineralization System
Water Softener System
WWTP Biofilter System

Fivdika Heiden said...

artikelnya sangat bermanfaat, informasi yang disampaikan sangat jelas dan mudah di pahami. kebutulan kami pun membahas Pengolahan Air Limbah dan merukapan Konsultan Ipal . kunjungin web kami disini

Ham yunus said...

Mau tanya pak.
Di lingkungan kami ada warga yang membuat TEMPE dan limbahnya dibuang dengan membuat lobang (tanah). Kemudian setelah lebih kurang 3 minggu, seluruh Sumur warga dilingkungan kami menjadi bau yang sangat tidak enak. Untuk mandi saja sudah tdk sanggup lagi dg airnya.
Sekarang Limbahnya sudah dibuang, namun sisa bau yang mengalir ke sumur kami masih belum hilang.
PERTANYAAN KAMI :
Bagaimana cara untuk mempercepat hilangnya Bau yang mengalir tersebut. Apakah ada solusi ?
Mohon petunjuk.
Terima Kasih sebelumnya ....!

Post a Comment