Topics
Showing posts with label Pengolahan Industri. Show all posts
Showing posts with label Pengolahan Industri. Show all posts

Cara Pengolahan Botol Plastik

Posted by Unknown Friday, June 21, 2013 0 comments

Cara Pengolahan Botol Plastik


Cara Pengolahan Botol Plastik polyethylene pertama ditiup pada bulan Desember 1942. Sisanya dalam sejarah: AS saat ini memproduksi 30-40000000000 botol plastik per tahun, dengan jumlah yang terus berkembang.  sejarah mencatat industri plastik di mulai pada tahun 1972, 

Pada dasarnyaCara Pengolahan Botol Plastik  ada empat jenis mesin yang digunakan yaitu blow molding yang digunakan dalam produksi botol plastik, kendi dan botol. Keempat tipe tersebut adalah: ekstrusi blow molding, injection blow molding, blow molding peregangan dan pemanasan ulang dan blow moulding. Ekstrusi blow molding mungkin merupakan jenis yang paling sederhana blow molding, dimana tabung panas dari bahan plastik dijatuhkan dari extruder dan ditangkap dalam cetakan air didinginkan. 

Mesin Botol Plastik
salah satu mesin botol plastik
Setelah cetakan ditutup,dengan udara kemudian diinjeksikan melalui bagian atas atau leher wadah, seperti seseorang yang sedang meniup sebuah balon. Dan Ketika bahan plastik panas diledakkan dan menyentuh dinding cetakan materi "membeku" dan wadah sekarang mempertahankan bentuknya kaku.
Cara Pengolahan Botol Plastik
Cara Pengolahan Botol Plastik 

 Ada berbagai jenis pesawat ulang-alik, dan mesin reciprocating gaya roda untuk produksi ekstrusi botol ditiup.Shuttle atau reciprocating tipe mesin dapat digunakan untuk kecil, menengah dan tinggi volume produksi dengan mesin roda yang paling efisien untuk produksi volume besar resin tertentu. 

Injection blow molding adalah bagian injection molding dan bagian blow molding. Dengan injection blow molding, bahan plastik panas pertama disuntikkan ke dalam rongga di mana ia mengelilingi batang pukulan, yang digunakan untuk membuat leher dan menetapkan bobot gram. Disuntikkan bahan ini kemudian dibawa ke stasiun berikutnya pada mesin, di mana ia diledakkan ke dalam wadah jadi seperti dalam ekstrusi blow molding proses di atas. 

Injection blow molding umumnya cocok untuk wadah yang lebih kecil dan sama sekali tidak handleware. Ekstrusi blow molding memungkinkan untuk berbagai bentuk wadah, ukuran dan leher bukaan, serta produksi handleware. Wadah ditiup ekstrusi juga dapat memiliki bobot gram mereka disesuaikan melalui jangkauan yang sangat luas, sedangkan kontainer ditiup injeksi biasanya memiliki gram berat set yang tidak dapat diubah kecuali satu set baru dari pukulan batang dibangun. Ekstrusi cetakan pukulan umumnya jauh lebih murah daripada cetakan blow injeksi dan dapat diproduksi dalam waktu yang jauh lebih singkat. 

Banyak orang telah mendengar tentang stretch blow molding dalam hubungannya dengan PET botol yang biasa digunakan untuk air, jus dan berbagai produk lainnya. Ada dua proses untuk peregangan pukulan dibentuk PET kontainer. Dalam satu proses, mesin yang terlibat cetakan injeksi sebuah preform, yang kemudian ditransfer dalam mesin ke stasiun lain di mana itu ditiup dan kemudian dikeluarkan dari mesin. Jenis mesin ini umumnya disebut injection stretch blow molding (ISBM) dan biasanya membutuhkan berjalan besar untuk membenarkan biaya yang sangat besar untuk cetakan injeksi untuk membuat preform dan kemudian cetakan pukulan untuk menyelesaikan meniup wadah. Proses ini digunakan untuk volume yang sangat tinggi (jutaan) berjalan dari barang-barang seperti lebar mulut stoples kacang mentega, botol air mulut sempit, botol-botol minuman dll 

Proses pukulan peregangan lain yang biasa disebut pemanasan ulang dan pukulan (RHB). Dalam proses ini, preform adalah injeksi dibentuk oleh vendor luar. Ada sejumlah perusahaan yang memproduksi "saham" preforms secara komersial. Pabrik membeli preforms dan menempatkan mereka ke mesin yang relatif sederhana yang reheats itu sehingga dapat ditiup. Nilai dari proses ini adalah terutama bahwa perusahaan bertiup tidak harus membeli peralatan injection molding untuk meniup wadah tertentu, begitu lama sebagai preform tersedia dari preform saham produsen. Proses ini juga memungkinkan akses ke katalog besar preforms ada. Oleh karena itu, biaya utama adalah sekarang untuk cetakan pukulan, yang jauh lebih murah daripada cetakan injeksi diperlukan untuk preforms. 

Namun demikian, beberapa kelemahan dalam proses ini. Jika Anda tidak dapat menemukan preform saham yang akan meniup wadah yang Anda inginkan, Anda harus membeli cetakan injeksi dan memiliki cetakan pribadi Anda sendiri preforms injeksi dibentuk, atau Anda akan harus melewatkan proses ini. Untuk kedua jenis stretch blow molding, handleware bukanlah kemungkinan pada tahap pembangunan. Peregangan Proses blow molding memang menawarkan kemampuan untuk memproduksi wadah yang cukup ringan dengan resistensi dampak yang sangat tinggi dan, dalam beberapa kasus, ketahanan kimia yang unggul. 

Apakah menggunakan stretch blow proses injection molding atau panaskan dan meniup proses, merupakan bagian penting dari proses ini adalah mekanik peregangan preform selama proses pencetakan. Preform membentang dengan "tongkat peregangan." Peregangan ini membantu untuk meningkatkan ketahanan dampak dari wadah dan juga membantu untuk menghasilkan wadah berdinding sangat tipis. 

Ekstrusi proses blow molding memungkinkan untuk produksi botol dalam berbagai macam bahan, termasuk namun tidak terbatas pada: HDPE, LDPE, PP, PVC, Barex ®, PET, K Resin, PETG, dan Polycarbonate. Seperti disebutkan di atas, berbagai bentuk (termasuk handleware), ukuran dan leher yang tersedia.Injeksi blow molding memungkinkan untuk produksi botol dalam berbagai bahan, termasuk namun tidak terbatas pada: HDPE, LDPE, PP, PVC, Barex ®, PET, dan Polycarbonate. 

Selain P.E.T. disebutkan di atas untuk stretch blow molding, sejumlah bahan lainnya telah stretch ditiup, termasuk polypropylene. 

Dengan berjalannya waktu dan teknologi bergerak maju, bahan lebih akan meminjamkan diri untuk meregangkan blow moldingsebagai struktur molekul yang telah mereka diubah sesuai  dengan proses saat  ini dan berjalan lebih baik. 

Keputusan untuk proses yang akan digunakan didasarkan pada penampilan yang diinginkan (cerah atau tidak), apakah tahan kimia atau dampak yang diinginkan, dan biaya / manfaat hubungan yang diinginkan. Pilihan utama bahan dan proses juga didasarkan pada biaya perkakas terlibat dan ukuran dari produksi berjalan. Beberapa bahan meminjamkan diri ke beberapa jenis dekorasi yang lebih baik daripada yang lain dan beberapa ke beberapa jenis dekorasi untuk mengesampingkan orang lain. 

Di bawah ini adalah merek perwakilan dari beberapa jenis mesin yang kita bahas di atas. Daftar ini tidak semua-inklusif dan Anda akan menemukan merek lain dengan melihat melalui ini dan jurnal industri kemasan lain dan majalah. 

Untuk jemput ekstrusi jenis mesin Bekum, Battenfeld / Fischer, dan Hayssen mungkin yang paling dikenal di Amerika Serikat.Untuk injection blow molding mesin Jomar adalah merek terkenal. Untuk peregangan pukulan dan panaskan dan pukulan jenis mesin ada Sidel, Nissei dan 

Read More

CARA PENGOLAHAN PLASTIK BEKAS

Posted by Unknown Thursday, June 20, 2013 9 comments

CARA PENGOLAHAN PLASTIK BEKAS


Sampai saat ini sampah plastik tentu masih akan menjadi masalah yang tidak pernah akan mampu kita selesaikan apabila kita sendiri bersikap tidak tahu menahu tentang hal ini. Seperti yang kita ketahui bahwa sampah plastik adalah sampah yang paling berbahaya dan sulit untuk diolah. Karena sampah plastik akan benar-benar terurai sempurna membutuhkan waktu yang sangat lama, yaitu 1000 tahun. Di luar sana banyak orang yang tidak mengerti tentang hal ini, mereka lebih memilih cara singkat untuk memusnahkan sampah plastik dengan cara membakarnya.

CARA PENGOLAHAN PLASTIK BEKAS

Padahal meskipun dibakar, sampah plastik akan lebih berbahaya. Karena proses pembakaran plastik akan menimbulkan asap beracun yang berbahaya bagi kesehatan jika proses pembakarannya tidak sempurna. Asap pembakaran akan terurai di udara dalam bentuk senyawa dioksin. Dan senyawa ini sangat berbahaya bila terhirup manusia. Bahkan dampak yang ditimbulkan adalah penyakit hepatitis, kanker, hati yang membengkak, serta gangguan pada system syaraf dan depresi.

Maka plastik bekas dapat kita olah seperti:

Dengan Mendaur ulang sampah bekas 

Dalam pemanfaatan sampah plastik juga merupakan cara yang lebih sederhana untuk sedikit menekan jumlah plastik bekas yang semakin meninggi. Dengan mendaur ulang plastik seperti yang biasanya dilakukan oleh industri. Maka ada empat syarat yang harus dipenuhi untuk melakukan daur ulang, yakni limbah harus dalam bentuk tertentu sesuai kebutuhan, misalnya limbah harus bersifat homogen, dan tidak terkontaminasi, serta tidak teroksidasi. Supaya memenuhi keempat syarat tersebut, maka sampah atau limbah plastik harus melalui beberapa proses penting, seperti pemisahan jenis, pemotongan barang, pencucian,serta penghilangan zat-zat besi di dalamnya. Untuk proses pemisahan plastik bekas di Indonesia masih menggunakan cara manual. Meski demikian ternyata hal ini ada manfaatnya, yakni kita tidak perlu mengeluarkan biaya yang besar untuk mesin pemisah yang canggih. Hal lainnya, kita seharusnya bisa membuka lapangan pekerjaan di bidang industry daur ulang plastik. 

Dengan Mendaur ulang sampah bekas


Dengan manfaatkannya kembali

Meskipun plastik bekas tapi kadang masih bisa kita gunakan untuk keperluan lain, misalkan botol plastik masih bisa digunakan untuk tempat sesuatu. Plastik bekas bungkusan bisa kita olah menjadi taplak meja. dsb

Dari informasi di atas saya harap dapat kita wujudkan bersama sebagai satu langkah nyata dalam pengolahan plastik bekas yang benar.

Read More

Cara Pengolahan Air Bersih

Posted by Unknown Tuesday, June 4, 2013 10 comments

Cara Pengolahan Air Bersih

air bersih yaitu keperluan penting dalam kehidupan manusia. dalam sehari-harinya, air bersih dipakai untuk beragam kepentingan, dari minum, mandi, bersihkan, masak serta yang lain. hasil dari kegiatan masyarakat tersebut yaitu air buangan/air limbah. tak hanya dari tempat tinggal tangga, air buangan juga bisa datang dari industri ataupun kotapraja. lantas bagaimana air buangan tersebut diolah jadi air bersih ? 
Cara Pengolahan Air Bersih

dengan umum, pengolahan air bersih terdiri dari 3 segi, yaitu pengolahan dengan fisika, kimia serta biologi. pada pengolahan dengan fisika, umumnya dikerjakan dengan mekanis, tanpa ada menambahkan bahan kimia. contohnya yaitu pengendapan, filtrasi, adsorpsi, dan sebagainya. pada pengolahan dengan kimiawi, ada menambahkan bahan kimia, layaknya klor, tawas, dan sebagainya, umumnya bahan ini dipakai untuk menyisihkan logam-logam berat yang terdapat dalam air. namun pada pengolahan dengan biologis, umumnya memakai mikroorganisme sebagai media pengolahnya. 


pdam ( perusahaan dagang air minum ), bumn yang terkait dengan usaha sediakan air bersih untuk masyarakat, umumnya lakukan pengolahan air bersih dengan fisika serta kimia. dengan umum, skema pengolahan air bersih di daerah-daerah di indonesia yaitu seperti berikut : 

  • Bangunan intake ( bangunan pengumpul air ) 
bangunan intake berperan sebagai bangunan pertama untuk masuknya air dari sumber air. sumber air utamanya di ambil dari air sungai. pada bangunan ini ada bar screen ( penyaring kasar ) yang berperan untuk menyaring benda-benda yang turut tergenang dalam air, contohnya sampah, daun-daun. 
  • Bak prasedimentasi ( optional ) 
bak ini dipakai untuk sumber air yang cii-ciriistik turbiditasnya tinggi ( kekeruhan yang mengakibatkan air berwarna coklat ). memiliki bentuk cuma berbentuk bak sederhana, manfaatnya untuk pengendapan partikel-partikel diskrit serta berat layaknya pasir, dan lain-lain. setelah itu air dipompa ke bangunan utama pengolahan air bersih yaitu wtp. 
  • wtp ( water treatment plant ) 
ini yaitu bangunan pokok dari sistem pengolahan air bersih. bangunan ini bagian-bagian, yaitu koagulasi, flokulasi, sedimentasi, filtrasi serta desinfeksi. 


a. koagulasi 
disinilah sistem kimiawi berlangsung, pada sistem koagulasi ini dikerjakan sistem destabilisasi partikel koloid, dikarenakan pada prinsipnya air sungai atau air kotor umumnya berupa koloid dengan beragam partikel koloid yang terdapat didalamnya. tujuan sistem ini yaitu untuk memisahkan air dengan pengotor yang terlarut didalamnya, analoginya layaknya memisahkan air pada susu kedelai. pada unit ini berlangsung rapid mixing ( pengadukan cepat ) supaya koagulan bisa terlarut merata kurun waktu singkat. bentuk alat pengaduknya bisa beragam, tak hanya rapid mixing, bisa menggunakan hidrolis ( hydrolic jump atau terjunan ) atau mekanis ( menggunakan batang pengaduk ). 

b. flokulasi 
setelah itu air masuk ke unit flokulasi. tujuannya yaitu untuk membentuk serta jadi besar flok ( pengotor yang terendapkan ). disini diperlukan lokasi yang alirannya tenang tetapi terus ada pengadukan lambat ( slow mixing ) agar flok menumpuk. untuk menambah efisiensi, umumnya ditambah dengan senyawa kimia yang dapat mengikat flok-flok tersebut. 

c. sedimentasi 
bangunan ini dipakai untuk mengendapkan partikel-partikel koloid yang telah didestabilisasi oleh unit pada mulanya. unit ini menggunakan prinsip berat type. berat type partikel kolid ( umumnya berbentuk lumpur ) dapat semakin besar dari pada berat type air. pada saat saat ini, unit koagulasi, flokulasi serta sedimentasi sudah ada yang dibikin tergabung yang dimaksud unit aselator. 

d. filtrasi 
sesuai dengan namanya, filtrasi yaitu untuk menyaring dengan media butiran. media butiran ini umumnya terdiri dari antrasit, pasir silica serta kerikil silica dengan ketebalan tidak sama. cara ini dikerjakan dengan metode gravitasi. 

e. desinfeksi 
sesudah bersih dari pengotor, tetap ada kemungkinan ada kuman serta bakteri yang hidup, hingga ditambahkanlah senyawa kimia yang bisa mematikan kuman ini, umumnya berbentuk menambahkan chlor, ozonisasi, uv, pemabasan, dan sebagainya sebelum saat masuk ke bangunan setelah itu, yaitu reservoir. 

4. reservoir 
reservoir berperan sebagai area penampungan sesaat air bersih sebelum saat didistribusikan melewati pipa-pipa dengan gravitasi. dikarenakan umumnya distribusi di indonesia menggunakan rencana gravitasi, maka reservoir umumnya ditempatkan di area dengan posisi lebih tinggi dari pada tempat-tempat sebagai tujuan distribusi, dapat di atas bukit atau gunung. 


paduan dari unit-unit pengolahan air ini dimaksud ipa – instalasi pengolahan air. untuk menghemat cost pembangunan, unit intake, wtp serta reservoir bisa dibangun dalam satu lokasi dengan ketinggian yang cukup tinggi, hingga tidak dibutuhkan pumping station dengan kapasitas pompa dorong yang besar untuk menyalurkan air dari wtp ke resevoir. selanjutnya, dari reservoir, air bersih siap untuk didistribusikan melewati pipa-pipa dengan beragam ukuran ke setiap tempat distribusi. 


saat ini ini, perubahan metode pengolahan air bersih sudah banyak berkembang, salah satunya yaitu sistem saringan.dengan sistem konvensional yaitu arah aliran airnya dari bawah ke atas ( up flow ), tidak menggunakan bahan kimia serta cost operasinya yang lebih murah. pada akhir tahun lantas lalu, pusat penelitian fisika lipi sudah sukses menciptakan alat untuk memproses air kotor jadi air bersih yang layak diminum, sistem ini dirancang supaya gampang dibawa serta bisa dioperasikan tanpa membutuhkan sumber listrik.

Read More

Cara Pengolahan Limbah Cair

Posted by Unknown Monday, June 3, 2013 8 comments

Cara Pengolahan Limbah Cair   

Cara Pengolahan Limbah Cair
pengolahan limbah cair 


industri primer pengolahan hasil rimba merupakan di antara penyumbang limbah cair yang beresiko untuk lingkungan. untuk industri-industri besar, layaknya industri pulp serta kertas, teknologi pengolahan limbah cair yang dihasilkannya barangkali telah cukup, tetapi tidak demikianlah untuk industri kecil atau tengah. tetapi demikianlah, mengingat penting serta besarnya dampak yang diakibatkan limbah cair untuk lingkungan, penting untuk sektor industri kehutanan untuk mengerti dasar-dasar teknologi pengolahan limbah cair. 

teknologi pengolahan air limbah yaitu kunci saat memelihara kelestarian lingkungan. apa pun jenis teknologi pengolahan air limbah domestik ataupun industri yang dibangun mesti bisa dioperasikan serta dipelihara oleh masyarakat setempat. lantas teknologi pengolahan yang dipilih mesti sesuai dengan kekuatan teknologi masyarakat yang berkaitan. 

beragam tehnik pengolahan air buangan untuk menyisihkan bahan polutannya sudah dicoba serta dikembangkan sepanjang ini. tehnik-teknik pengolahan air buangan yang sudah dikembangkan tersebut dengan umum terbagi jadi 3 metode pengolahan : 
  • Cara Pengolahan Limbah Cair   dengan fisika 
  •  Cara Pengolahan Limbah Cair   dengan kimia 
  • Cara Pengolahan Limbah Cair   dengan biologi 
untuk satu type air buangan spesifik, ketiga metode pengolahan tersebut bisa diterapkan dengan sendiri-sendiri atau dengan gabungan. 


Cara Pengolahan Limbah Cair   dengan fisika 
biasanya, sebelum saat dikerjakan pengolahan kelanjutan pada air buangan, di idamkan supaya beberapa bahan tersuspensi berukuran besar serta yang gampang mengendap atau beberapa bahan yang terapung disisihkan terlebih dulu. penyaringan ( screening ) merupakan cara yang efektif serta murah untuk menyisihkan bahan tersuspensi yang berukuran besar. bahan tersuspensi yang gampang mengendap bisa disisihkan dengan gampang dengan sistem pengendapan. parameter design yang utama untuk sistem pengendapan ini yaitu kecepatan mengendap partikel serta waktu detensi hidrolis didalam bak pengendap. 

sistem flotasi banyak dipakai untuk menyisihkan beberapa bahan yang mengapung layaknya minyak serta lemak supaya tidak mengganggu sistem pengolahan selanjutnya. flotasi juga bisa dipakai sebagai cara penyisihan beberapa bahan tersuspensi ( clarification ) atau pemekatan lumpur endapan ( sludge thickening ) memberikan aliran hawa ke atas ( air flotation ). 


sistem filtrasi didalam pengolahan air buangan, umumnya dikerjakan untuk mendahului sistem adsorbsi atau sistem reverse osmosis-nya, dapat dikerjakan untuk menyisihkan sebanyak-banyaknya partikel tersuspensi dari dalam air supaya tidak mengganggu sistem adsorbsi atau menyumbat membran yang dipergunakan dalam sistem osmosa. 


sistem adsorbsi, umumnya dengan karbon aktif, dikerjakan untuk menyisihkan senyawa aromatik ( contohnya : fenol ) serta senyawa organik terlarut yang lain, terlebih bila di idamkan untuk menggunakan kembali air buangan tersebut. 


teknologi membran ( reverse osmosis ) umumnya diterapkan untuk unit-unit pengolahan kecil, terlebih bila pengolahan ditujukan untuk menggunakan kembali air yang diolah. cost instalasi serta operasinya amat mahal. 
pengolahan dengan kimia 


pengolahan air buangan dengan kimia umumnya dikerjakan untuk menghilangkan partikel-partikel yang tidak gampang mengendap ( koloid ), logam-logam berat, senyawa fosfor, serta zat organik beracun ; membubuhkan bahan kimia spesifik yang dibutuhkan. penyisihan beberapa bahan tersebut pada prinsipnya berjalan melewati pergantian karakter beberapa bahan tersebut, yakni dari tidak bisa diendapkan jadi gampang diendapkan ( flokulasi-koagulasi ), baik dengan atau tanpa reaksi oksidasi-reduksi, serta juga berjalan sebagai hasil reaksi oksidasi. 


pengendapan bahan tersuspensi yang tidak gampang larut dikerjakan membubuhkan elektrolit yang memiliki muatan yang berlawanan dengan muatan koloidnya supaya berlangsung netralisasi muatan koloid tersebut, hingga selanjutnya bisa diendapkan. penyisihan logam berat serta senyawa fosfor dikerjakan membubuhkan larutan alkali ( air kapur contohnya ) hingga terbentuk endapan hidroksida logam-logam tersebut atau 

endapan hidroksiapatit. endapan logam tersebut dapat lebih stabil bila ph air 10, 5 serta untuk hidroksiapatit pada ph 9, 5. spesial untuk krom heksavalen, sebelum saat diendapkan sebagai krom hidroksida cr( oh )3, terlebih dulu direduksi jadi krom trivalent membubuhkan reduktor ( feso4, so2, atau na2s2o5 ). 
koagulasi & flokulasi 


penyisihan beberapa bahan organik beracun layaknya fenol serta sianida pada konsentrasi rendah bisa dikerjakan oksidasinya dengan klor ( cl2 ), kalsium permanganat, aerasi, ozon hidrogen peroksida. 

pada prinsipnya kita bisa beroleh efisiensi tinggi dengan pengolahan dengan kimia, walau demikian cost pengolahan jadi mahal dikarenakan membutuhkan bahan kimia. 


Cara Pengolahan Limbah Cair   dengan biologi 
seluruh air buangan yang biodegradable bisa diolah dengan biologi. sebagai pengolahan sekunder, pengolahan dengan biologi dilihat sebagai pengolahan yang sangat murah serta efektif. dalam sebagian dasawarsa sudah berkembang beragam metode pengolahan biologi dengan semua modifikasinya. 
pada prinsipnya, reaktor pengolahan dengan biologi bisa dibedakan atas dua type, yakni : 
  • reaktor perkembangan tersuspensi ( suspended growth reaktor )
  • reaktor perkembangan lekat ( attached growth reaktor ). 
didalam reaktor perkembangan tersuspensi, mikroorganisme tumbuh serta berkembang dalam situasi tersuspensi. sistem lumpur aktif yang banyak dikenal berjalan dalam reaktor type ini. sistem lumpur aktif terus berkembang dengan beragam modifikasinya, diantaranya : oxidation ditch serta kontak-stabilisasi. dibanding dengan sistem lumpur aktif konvensional, oxidation ditch memiliki sebagian berlebihan, yakni efisiensi penurunan bod bisa meraih 85%-90% ( dibanding 80%-85% ) serta lumpur yang dihasilkan lebih sedikit. tak hanya efisiensi yang lebih tinggi ( 90%-95% ), kontak stabilisasi memiliki berlebihan yang lain, yakni waktu detensi hidrolis keseluruhan lebih pendek ( 4-6 jam ). sistem kontak-stabilisasi bisa juga menyisihkan bod tersuspensi melewati sistem absorbsi didalam tangki kontak hingga tidak dibutuhkan penyisihan bod tersuspensi dengan pengolahan pendahuluan. 

kolam oksidasi serta lagoon, baik yang diaerasi ataupun yang tidak, juga terhitung dalam type reaktor perkembangan tersuspensi. untuk iklim tropis layaknya indonesia, waktu detensi hidrolis sepanjang 12-18 hari didalam kolam oksidasi ataupun dalam lagoon yang tidak diaerasi, cukup untuk meraih kualitas efluen yang bisa mencukupi standar yang ditetapkan. didalam lagoon yang diaerasi cukup hanya waktu detensi 3-5 hari saja. 




Cara Pengolahan Limbah Cair
pengolahan limbah cair   

didalam reaktor perkembangan lekat, mikroorganisme tumbuh diatas media pendukung membentuk susunan film untuk melekatkan dirinya. beragam modifikasi sudah banyak dikembangkan sepanjang ini, diantaranya : 
  • trickling filter 
  • cakram biologi 
  • filter terendam 
  • reaktor fludisasi 

seluruh modifikasi ini bisa membuahkan efisiensi penurunan bod lebih kurang 80%-90%. dilihat dari segi lingkungan di mana berjalan sistem penguraian dengan biologi, sistem ini bisa dibedakan jadi dua type : 
  • sistem aerob, yang berjalan dengan hadirnya oksigen ; 
  • sistem anaerob, yang berjalan tanpa ada oksigen. 
jika bod air buangan tidak melebihi 400 mg/l, sistem aerob tetap bisa dikira lebih ekonomis dari anaerob. pada bod lebih tinggi dari 4000 mg/l, sistem anaerob jadi lebih ekonomis.dan Cara Pengolahan Limbah Cair ini bisa di kembangkan lagi.  




Read More

Cara Pengolahan Minyak Bumi

Posted by Unknown Saturday, June 1, 2013 0 comments

Cara Pengolahan Minyak Bumi

Cara Pengolahan Minyak Bumi


minyak bumi umumnya ada 3-4 km dibawah permukaan laut. minyak bumi didapatkan membuat sumur bor. minyak mentah yang didapatkan ditampung dalam kapal tanker atau dialirkan melewati pipa ke stasiun tangki atau ke kilang minyak. 
minyak mentah ( cude oil ) berupa cairan kental hitam serta berbau kurang enak. minyak mentah belum bisa dipakai sebagai bahan bakar ataupun untuk kepentingan yang lain, namun mesti diolah terlebih dulu. minyak mentah memiliki kandungan lebih kurang 500 type hidrokarbon dengan jumlah atom c-1 sampai 50. titik didih hidrokarbon meningkat bersamaan pertambahan jumlah atom c yang ada didalam molekulnya. oleh dikarenakan itu, pengolahan minyak bumi dikerjakan di mana minyak mentah harus  dipisahkan ke dalam grup-kelompok ( fraksi ) dengan titik didih yang serupa. 


  • Destilasi 
yaitu pembelahan fraksi-fraksi minyak bumi menurut perbedaan titik didihnya. dalam perihal ini yaitu destilasi fraksinasi. semula minyak mentah dipanaskan dalam aliran pipa dalam furnace ( tanur ) s/d suhu ± 370°c. minyak mentah yang telah dipanaskan tersebut lantas masuk kedalam kolom fraksinasi di bagian flash chamber ( umumnya ada pada sepertiga sisi bawah kolom fraksinasi ). untuk melindungi suhu serta tekanan dalam kolom maka dibantu pemanasan dengan steam ( uap air panas serta bertekanan tinggi ). menara destilasi 



minyak mentah yang menguap pada sistem destilasi ini naik ke sisi atas kolom serta setelah itu terkondensasi pada suhu yang berlainan. komponen yang titik didihnya lebih tinggi dapat terus berbentuk cairan serta turun ke bawah, namun yang titik didihnya lebih rendah dapat menguap serta naik ke sisi atas melewati sungkup-sungkup yang dimaksud sungkup gelembung. semakin ke atas, suhu yang ada dalam kolom fraksionasi tersebut semakin rendah, hingga setiap saat komponen dengan titik didih lebih tinggi dapat terpisah, namun komponen yang titik didihnya lebih rendah naik ke sisi yang lebih atas lagi. demikianlah setelah itu hingga komponen yang meraih puncak yaitu komponen yang pada suhu kamar berbentuk gas. komponen yang berbentuk gas ini dimaksud gas petroleum, lantas dicairkan serta dimaksud lpg ( liquified petroleum gas ). 
fraksi minyak mentah yang tidak menguap jadi residu. residu minyak bumi meliputi parafin, lilin, serta aspal. residu-residu ini mempunyai rantai karbon sebanyak kian lebih 20. fraksi minyak bumi yang dihasilkan menurut rentang titik didihnya diantaranya seperti berikut : 


gas rentang rantai karbon : c1 sampai c5 trayek didih : 0 sampai 50°c gasolin ( bensin ) rentang rantai karbon : c6 sampai c11 trayek didih : 50 sampai 85°c kerosin ( minyak tanah ) rentang rantai karbon : c12 sampai c20 trayek didih : 85 sampai 105°c
  • solar 
rentang rantai karbon : c21 sampai c30 trayek didih : 105 sampai 135°c 
  • minyak berat 
rentang ranai karbon : c31 sampai c40 trayek didih : 135 sampai 300°c
  • residu 
rentang rantai karbon : diatas c40 
trayek didih : diatas 300°c 
fraksi-fraksi minyak bumi dari sistem belum mempunyai kualitas yang sesuai dengan keperluan masyarakat, hingga butuh pengolahan selanjutnya yang meliputi sistem cracking, reforming, polimerisasi, i treating, serta blending. 


  • Cracking 
cracking yaitu penguraian molekul-molekul senyawa hidrokarbon yang besar jadi molekul-molekul senyawa hidrokarbon yang kecil. contoh cracking ini yaitu pengolahan minyak solar atau minyak tanah jadi bensin. 
sistem ini terlebih ditujukan untuk memperbaiki kualitas serta dapatkanan fraksi gasolin ( bensin ). kualitas gasolin amat ditentukan oleh karakter anti knock ( ketukan ) yang dinyatakan dalam bilangan oktan. bilangan oktan 100 diberikan pada isooktan ( 2, 2, 4-trimetil pentana ) yang memiliki karakter anti knocking yang istimewa, serta bilangan oktan 0 diberikan pada n-heptana yang memiliki karakter anti knock yang jelek. gasolin yang diuji dapat dibanding dengan campuran isooktana serta n-heptana. bilangan oktan di pengaruhi oleh sebagian susunan molekul hidrokarbon. 


Read More

Cara Pengolahan Biji Kakao

Posted by Unknown Thursday, May 30, 2013 0 comments

Cara Pengolahan Biji Kakao

Cara Pengolahan Biji Kakao

siapa yang tidak kenal dengan product makanan serta minuman yang satu ini, coklat. makanan serta minuman yang dihasilkan dari tanaman kakao ini jadi primadona nyaris seluruh golongan umur. jangankan anak-anak, orang dewasapun jadikan makanan serta minuman ini sebagai favorit mereka. 

dengan umum sistem pengolahan biji kakao jadi coklat melewati sebagian bagian sistem. di bawah ini saya dapat sharing info dengan sahabat seluruh bagaimana sistem pengolahan biji kakao jadi coklat. 
sistem ini merupakan bagian umum dalam pengolahan biji kakao jadi coklat. 
  • Biji kakao dibersihkan untuk menghilangkan seluruh bahan yang asing. 
Biji kakao dibersihkan
  • Bji kakao setelah itu dapat dipanggang/disangrai untuk membawa keluar rasa coklat serta warna biji ( roasted ). suhu, waktu serta tingkat kelembapan pada waktu penyangraian ( roasted ) bergantung pada type biji yang dipakai serta type cokelat atau product yang dapat dihasilkan. 
Biji kakao dipanggang
  • Sesuatu mesin penampi ( winnowing machine ) dapat dipakai untuk memisahkan kulit biji serta biji kakao. 
Biji kakao  memisahkan kulit biji

  • Biji kakao lantas dapat alami sistem alkalisasi, umumnya menggunakan kalium karbonat, untuk mengembangkan rasa serta warna. 
Biji kakao  alkalisasi
  • Sesudah di alkalisasi, biji kakao lantas memasuki sistem penggilingan untuk bikin cocoa liquor ( kakao partikel tersuspensi dalam cocoa butter ). suhu serta tingkat penggilingan beragam sesuai dengan type mesin penggilingan yang dipakai serta product yang dapat dihasilkan. 
  • Sesudah biji kakao jadi cocoa liquor, umumnya produsen dapat memberikan bahan pencampur, layaknya kacang untuk menambah citra rasa coklat. biasanya menggunakan kian lebih satu type kacang dalam product mereka, yang digabung berbarengan dengan formula yang diperlukan.
biji kakao jadi cocoa liquor
  • Bagian selanjunya yaitu mengekstrak the cocoa liquor lewat cara dipress/ditekan untuk mendapatkan lemak coklat ( cocoa butter ) serta kakao dengan massa padat yang dimaksud cocoa presscake. persentasi lemak kakao yang dipress sesuai dengan hasrat produsen hingga komposisi lemak coklat ( cocoa butter ) serta cocoa presscake berlainan. 
  • Pengolahan saat ini jadi dua arah yang tidak sama. lemak coklat dapat dipakai dalam pembuatan coklat. sesaat cocoa presscake dapat dihaluskan jadi coklat dalam bentuk bubuk. 
  • Lemak coklat ( cocoa butter ) setelah itu dapat dipakai untuk menghasilkan coklat melewati menambahkan cocoa liquor. beberapa bahan lain layaknya gula, susu, pengemulsi agen serta cocoa butter ditambahkan serta digabung. pembagian bahan dapat tidak sama bergantung pada type cokelat yang dibikin. 
  • Campuran lantas alami sistem pemurnian sampai pasta yang halus terbentuk ( refining ). refining mempunyai tujuan menambah struktur dari coklat. 
  • Sistem setelah itu, conching, untuk mengembangkan selanjutnya rasa serta struktur coklat. conching yaitu sistem menguleni atau smoothing. kecepatan, durasi serta suhu conching dapat merubah rasa. sesuatu alternatif untuk conching yaitu sistem pengemulsi menggunakan mesin yang bekerja layaknya pengocok telur. 
  • Campuran ini lantas melalui pemanasan, pendinginan serta sistem pemanasan kembali. perihal ini menghindar pergantian warna serta lemak coklat dalam product tersebut. perihal ini untuk menghindar pergantian warna serta melelehnya coklat dalam product. 
  • Campuran ini lantas dimasukkan ke dalam cetakan atau dipakai untuk pengisi enrobing serta didinginkan di area pendingin. 
  • Cokelat ini lantas dikemas untuk distribusi ke outlet ritel. 

inilah Cara pengolahan biji kakao jadi coklat dengan umum. semoga berguna.

Read More

PENGOLAHAN KELAPA SAWIT

Posted by Unknown Wednesday, May 29, 2013 1 comments

PENGOLAHAN  KELAPA SAWIT MENJADI MINYAK GORENG

Kelapa sawit merupakan tumbuhan pohon. Bunga dan buahnya berupa tandan dan bercabang banyak. Memiliki Buah kecil dan apabila matang, akan berwarna merah kehitaman. Untuk daging buahnya padat serta mengandungi minyak. Nah, minyaknya itu digunakan sebagai bahan minyak goreng. Kelapa Sawit sendiri yang bisa dipanen harus berumur 4 tahun, dalam pemanenan yang perlu diperhatikan yaitu kematangan buah. Dalam perkebunan kelapa sawit ada beberapa kriteria buah yang layak untuk dipanen dan kemudian diolah menjadi Minyak goreng.  Adapun Cara Pengolahan Kelapa Sawit Menjadi Minyak Goreng.

KELAPA SAWIT 

Berikut tahapan pengolahan buah kelapa sawit tersebut:

1. Sterilizer (perebusan)
Proses sterilizer ini bertujuan untuk melunakan daging buah agar mudah terlepas dan pemerasan daging buah dapat mudah, serta mempermudah proses pemisahan tandan dengan brondolan, juga menurunkan kadar air buah dan pengumpulan protein dan menonaktifkan enzim lipase yang merupakan katalisator pembentuk asam lemak bebas.
Proses sterilizer adalah
TBS yang sudah disortasi dimasukkan kedalam lori. Dan setiap lori memuat 2,5 ton.
Masukkan Lori ke dalam sterilzer tersebut. Setiap 1 unit sterilizer berkapasitas 10 lori.
Hidupkan sterilizer dengan waktu perebusan 90 – 100 menit dengan suhu 140 C dan tekanan 2.8 kg/cm3.
Perebusan menggunakan uap.

2. Threser
Kegunaan threser ini adalah untuk memisahkan brondolan dengan tandan kosong. sehingga hasilnya lebih maksimal.
Threser
3. Digester
Fungsi dari Digester adalah untuk mencambik dan melumatkan buah serta melepaskan biji dari serabut yang membungkusnya.

4. Presser
Presser ini kegunaannya adalah untuk memisahkan minyak pada masa minyak yang berbentuk bubur dari ampasnya.

5. Sand trap tank
Fungsinya untuk mengendapkan pasir dan minyak kasar. Mengapa demikian, supaya mengendap dan pengendapan dapat berlangsung cepat dengan suhu 90 C.

6. Vibrator screen
Vibrator ini berfungsi sebagai penyaring minyak yang bekerja dengan getaran.
Vibrator screen
7. Crude Oil Tank
berfungsi untuk menampung minyak hasil press.
Crude Oil Tank

8. CST (Continue Settling Tank)
Berfungsi sebagai penampung dan pemisah minyak dengan air dengan suhu 90 derajat C. Kolam CST ada tiga yaitu, CST 1, 2, san Slude Tank. Lalu ditempatkan pada tanki penampung.

Continue Settling Tank

Demikian lah cara atau tahapan dalam mengolah buah kelapa sawit menjadi minyak goreng yang nantinya dapat diolah ke tahapan selanjutnya untuk menjadi produk yang bermacam – macam.  



Read More

LIMBAH PABRIK INDUSTRI

Posted by Unknown Tuesday, May 21, 2013 0 comments

CARA PENGOLAH CARA PENGOLAHAN LIMBAH PABRIK INDUSTRI

Limbah merupakan suatu buangan dari hasil suatu kegiatan produksi yang tidak terpakai. Disini yang di maksud produksi bisa dalam skala besar(aktivitas pabrik), maupun rumah tangga.Untuk limbah yangsifatnya  industri (pabrik), maka jumlahnya pun lebih besar daripada limbah skala domestik ataurumahtangga.  Maka hal diperlukan penanganan yang serius untuk limbah industri karena dampaknya pada lingkungan lebih besar daripada limbah domestik. Terdapat dua macam limbah pabrik, yaitu limbah dalam bentuk cair dan juga limbah dalam bentuk padat yang biasa disebut sampah. Pada kedua jenis limbah pabrik ini tentu saja tidak sedikit yang mengandung bahan berbahaya dan beracun. Sehingga perlu diadakan pengolahan limbah agar menghindari imbas atau dampaknya kepada lingkungan.

 CARA PENGOLAHAN LIMBAH PABRIK

Berikut ini cara pengolahan limbah pabrik yang bisa dilakukan:

1.Mengolah menjadi barang baru yang layak jual 

Terdapat beberapa limbah industri yang masih bisa diolah kembali menjadi barang baru yang layak jual. Dalam hal ini seperti limbah kayu industri furniture yang masih bisa dimanfaatkan untuk membuat aneka kerajinan tangan yang memiliki nilai jual sehingga selain bisa menyerap tenaga kerja juga bisa menambah penghasilan.

2.Mengolah supaya layak konsumsi 

Ini berlaku bagi limbah industri cair. Pihak pemerintah telah menerapkan prosedur pengolahan limbah cair supaya tidak mencemari sumur warga. Di beberapa perusahaan besar telah menerapkkan sistem pengelolaan limbah cair yang dihasilkan menjadi air bersih yang layak dikonsumsi.

3.Mendaur-ulang 

Ini yang paling sering dilakukan, Beberapa jenis limbah industri yang non organik (yang tidak bisa terurai olah alam) perlu dilakukan proses daur – ulang. Biasanya limbah industri seperti plastik dan kertas adalah contoh jenis limbah industri yang bisa didaur-ulang untuk dijadikan sebuah produk.

4.Diolah Menggunakan bakteri pengolah limbah

Proses ini dilakukan dengan memanfaatkan bakteri aerob yang banyak terdapat di udara. Membiarkan bak – bak penampungaan limbah di udara terbuka sehingga bakteri aerob bisa mengoksidasi limbah. 

Adapun proses pengolahan limbah industri terdiri dari proses fisika, kimia dan biologi. Untuk Proses fisika-kimia adalah proses yang menuntut perlakuan sesuai unsur yang terkandung di dalamnya. Proses ini biasanya menggunakan penyaringan(filtering), katalisator dan pengendapan dalam sistemnya untuk menghasilkan buangan yang lebih bersih. Sedangkan untuk proses pengolahan limbah secara biologi adalah menggunakan makhluk hidup sebagai pengurainya.

Read More